MANA YANG BISA DI PERCAYA ALKITAB ATAU ALQURAN ?? (bab 3)

Syarat-syarat Kitab Dikatakan Suci ada 15.

 

1. Harus benar-benar bersumber dari Allah Swt.
2. Allah yang mewahyukan harus bersifat Maha atas segala sesuatu
3. Harus mempertahankan bahasa aslinya ketika nabi itu menerima wahyu-Nya
4. Penerima wahyu harus jelas orangnya, benar-benar jujur & berakhlak mulia
5. Tidak mengajarkan ajaran yang kejam dan sadis
6. Memberikan pelajaran dan menunjuki manusia kepada jalan yang benar
7. Ayat-ayatnya tidak boleh bertentangan satu sama lainnya
8. Berbicara tentang ilmu pengetahuan harus bisa dibuktikan
9. Harus sesuai dengan fitrah manusia
10. Kitab tersebut harus bisa memberikan kesaksian bahwa dia diwahyukan oleh Allah Swt.
11. Tidak boleh melecehkan terhadap nabi-nabi Allah
12. Tidak membeberkan cara merayu wanita dan pornografi secara vulgar
13. Harus ada perkataan dari Allah bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain diri-Nya (Qs 20 : 14, 21 : 25)
14. Harus ada nama agama yang berasal dari Tuhannya, bukan dari manusia atau panggilan orang (Qs 3 : 19, Qs 3 : 85, 5: 3)
15. Terjaganya seluruh wahyu itu dengan hafalan para pemeluknya dari awal diwahyukan sampai kiamat. 

BAB 3

HARUS MEMPERTAHANKAN BAHASA ASLI KETIKA NABI  MENERIMA WAHYU

Al Qur’an sejak diturunkan pertama kali kepada Rasulullah Muhammad saw. sampai sekarang, bahkan sampai kiamat, tetap mempertahankan bahasa aslinya yaitu bahasa Arab.
Coba perhatikan ayat-ayat AL Qur’an sebagai berikut :

1. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). 2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (Qs 12 (Yusuf) 1- 2)
Perhatikan juga ayat berikut ini:
3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). (Qs 43 Az Zukhruf 3)

Apda kedua ayat tersebut Allah sendiri yangn memberikan kesaksian bahwa Al Qur’an itu Dia yang turunkan dalam bahasa Arab. Dan terbukti sejak dahulu sampai sekarang bahkan sampai hari kiamat, Al Qur’an akan tetap mempertahankan bahasa Arab sebagai aslinya.

Al Qur’an walaupun sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, tetapi tetap didampingi dengan konteks bahasa aslinya yaitu bahasa Arab. Hal ini bisa kita buktikan, kemanapun kita kelilingi negara yang ada di dunia, pasti Al Qur’an akan kita jumpai didampingi dengan bahasa Arab.
Berbeda dengan Alkitab (Bible), bahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani sudah tidak ada lagi. Kalau bahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani benar-benar ada, mengapa tidak dicopi dan diperbanyak?
Kepintaran manusia di jaman sekarang sudah sangat luar biasa, bahkan manusia sudah sampaike bulan. Dengan teknologi yang begitu canggih, apa sulitnya memperbanyak Alkitab berbahasa aslinya kalau memang ada?

Bagaimana Dengan Alkitab?

Ternyata kitab suci umat Kristiani yaitu Alkitab (Bible) tidak mempertahankan bahasa aslinya, sebab bahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani sudah tidak ada lagi. Pernyataan bahwa Alkitab berbahasa asli sudah tidak ada lagi, itu bukan pendapat atau perkiraanh kami, tetapi ditulis oleh penulis Alkitab dengan jelas di dalam Alkitab itu sendiri. Perhatikan bunyi mukadimah Injil Matius sebagai berikut :
“Menurut tradisi (yang tidak sepenuhnya terjamin kebenarannya) Injil pertama ditulis oleh rasul Matius. Ia juga bernama Lewi (mrk 2 : 14 dan Luk 5 : 27). Menurut tradisi yang tua sekali, Matius menulis Injilnya dalam bahasa “Ibrani” artinya bahasa Aram yang menjadi bahasa rakyat di Palestina. Tetapi Injil asli itu (kalau pernah ada) segerah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Injil dalam bahasa Ibrani itu tidak ada lagi.”
Bunyi pernyataan dalam mukadimah Injil Matius tersebut, kami kutip dalam In jil terbitan LBI tahun 1975 Percetakan Arnoldus Ende.

Rasanya mukadimah pada Injil Matius tersebut, terlalu berani dan polos. Baru memulai tulisannya dalam mukadimah Injil Matius, penulis Alkitab sudah mengatakan “yang tidak semuanya terjamin kebenarannya.” Nah kalau kebenaran injil Matius tersebut tidak semuanya dijamin kebenarannya, bagaimana kita harus mempercayainya sebagai 100% firman Tuhan? Ini berarti bahwa di dalam Injil Matius itu sendiri, tidak semuanya benar-benar terjamin kebenarannya.

Kemudian masih dalam mukadimah Injil Matius tersebut, penulis Alkitab ungkapan dengan jujur sebagai berikut : “Injil asli itu kalau pernah ada”, ini menunjukkan bahwa Injil asli itu memang sudah tidak ada lagi. Sebab katanya kalau ada, segera diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani.
Hal ini lebih memperkuat bahwa memang benar bahwa Injil asli berbahasa Ibrani itu benar-benar sudah tidak ada lagi. Tetapi kata-kata pembukaan (mukadimah) dalam Injil Matius tersebut, tidak lagi dijumpai pada Alkitab cetakan sekarang ini, karena tidak dimuat lagi.

NEXT